Mengelola keuangan secara syariah bukan hanya tentang memilih produk keuangan tertentu. Yang lebih utama adalah memahami prinsip-prinsip yang mendasarinya agar setiap keputusan finansial diambil dengan sadar dan selaras dengan nilai-nilai syariah.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah berkaitan erat dengan preferensi dan keputusan masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan syariah. Sederhananya, semakin baik seseorang memahami konsep, akad, dan karakteristik produk keuangan syariah, semakin besar pula kecenderungannya untuk mempertimbangkan layanan yang sesuai dengan prinsip tersebut. Tentu saja, keputusan finansial tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat pemahaman. Faktor lain, seperti kualitas layanan, kemudahan akses, kepercayaan terhadap lembaga, dan kebutuhan pribadi, juga memiliki peran penting.
Berangkat dari temuan tersebut, ada beberapa langkah sederhana yang dapat menjadi awal untuk mulai mengelola keuangan sesuai prinsip syariah.
1. Menabung di Lembaga Keuangan Syariah
Perjalanan mengelola keuangan dimulai dari tempat Anda menyimpan uang. Jika ingin menerapkan prinsip syariah dalam kehidupan sehari-hari, memilih lembaga keuangan syariah bisa menjadi salah satu langkah awal yang layak dipertimbangkan.
Berbagai penelitian menemukan bahwa orang yang memiliki literasi keuangan syariah yang lebih baik cenderung lebih mengenal produk dan layanan keuangan syariah, sehingga lebih terbuka untuk menggunakannya. Meski demikian, keputusan untuk menabung tetap dipengaruhi oleh berbagai pertimbangan lain, seperti kualitas pelayanan, kemudahan bertransaksi, dan tingkat kepercayaan terhadap lembaga keuangan.
Dengan demikian, memilih lembaga keuangan syariah bukan sekadar menentukan tempat menyimpan uang, tetapi juga menjadi salah satu bentuk penerapan pengetahuan terhadap prinsip-prinsip keuangan syariah yang telah dipahami.
2. Memilih Pembiayaan Syariah Ketika Memungkinkan
Saat membutuhkan pembiayaan, tidak ada salahnya mempertimbangkan pembiayaan syariah apabila tersedia dan sesuai dengan kebutuhan Anda.
Memahami literasi keuangan syariah membantu seseorang mengenali berbagai jenis akad, mekanisme pembiayaan, serta hak dan kewajiban dalam setiap transaksi. Bekal pengetahuan ini membuat proses pengambilan keputusan menjadi lebih matang karena pilihan yang diambil tidak semata-mata didasarkan pada biaya atau kemudahan, tetapi juga pada kesesuaian dengan nilai dan preferensi yang diyakini.
Perlu dipahami bahwa hingga saat ini belum ada penelitian yang menyimpulkan bahwa pembiayaan syariah selalu lebih menguntungkan dibandingkan alternatif lainnya. Namun, berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan antara pemahaman keuangan syariah dengan kecenderungan masyarakat untuk mempertimbangkan dan menggunakan produk pembiayaan syariah.
3. Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah Sebelum Mengambil Keputusan
Di antara berbagai langkah yang dapat dilakukan, meningkatkan literasi keuangan syariah merupakan fondasi yang paling penting.
Berbagai penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa semakin baik literasi keuangan syariah seseorang, semakin besar pula kecenderungannya menggunakan produk dan layanan keuangan syariah. Pemahaman mengenai konsep dasar, akad, manfaat, risiko, hingga mekanisme produk membantu seseorang mengambil keputusan dengan lebih percaya diri dan sesuai dengan kebutuhannya.
Karena itu, meluangkan waktu untuk terus belajar merupakan investasi yang tidak kalah penting. Membaca informasi dari sumber yang tepercaya, mengikuti program edukasi keuangan, atau berdiskusi dengan pihak yang kompeten dapat membantu Anda membuat keputusan finansial yang lebih bijak.
4. Utamakan Transaksi yang Sesuai dengan Prinsip Syariah Jika Tersedia Alternatif yang Layak
Setelah memiliki pemahaman yang memadai, langkah berikutnya adalah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika tersedia beberapa pilihan produk atau layanan yang sama-sama mampu memenuhi kebutuhan, memilih alternatif yang sesuai dengan prinsip syariah dapat menjadi bentuk konsistensi dalam menerapkan literasi keuangan syariah.
Memang, penelitian yang secara langsung mengukur perilaku ini masih terbatas. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat literasi keuangan syariah, semakin besar pula kecenderungan seseorang memilih layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Dengan kata lain, mengutamakan transaksi syariah dapat dipandang sebagai wujud nyata dari pengetahuan yang dimiliki, bukan sekadar kebiasaan tanpa dasar.
Penutup
Memulai mengatur keuangan secara syariah tidak harus dilakukan sekaligus. Justru, perubahan kecil yang dilakukan secara bertahap biasanya lebih mudah dijalankan dan lebih berpeluang menjadi kebiasaan dalam jangka panjang.
Literasi keuangan syariah berperan penting dalam membentuk preferensi dan keputusan masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan syariah. Oleh karena itu, empat langkah di atas dapat dipandang sebagai cara sederhana untuk menerapkan pemahaman tersebut dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memilih tempat menabung, mempertimbangkan pembiayaan syariah, terus meningkatkan literasi, hingga mengutamakan transaksi yang sesuai dengan prinsip syariah ketika tersedia alternatif yang layak.
Pada akhirnya, semakin baik pemahaman seseorang tentang keuangan syariah, semakin mudah pula ia mengambil keputusan finansial secara sadar, terinformasi, dan selaras dengan tujuan keuangan serta nilai-nilai syariah yang diyakininya.
