Home » Berita/Artikel » Cara Menghitung Kemampuan Angsuran per Bulan Agar Keuangan Tetap Sehat

Cara Menghitung Kemampuan Angsuran per Bulan Agar Keuangan Tetap Sehat

Sebelum mengajukan pembiayaan, penting untuk mengetahui seberapa besar angsuran yang mampu dibayar setiap bulan.

Perhitungan ini membantu anggota mengetahui apakah angsuran yang akan dibayarkan perbulan masih sesuai dengan kondisi keuangan atau justru berpotensi membebani kebutuhan sehari-hari.

Dengan menghitung kemampuan angsuran sejak dini, anggota dapat menentukan jumlah pembiayaan yang lebih sesuai dengan kondisi keuangan mereka saat ini.

Apa yang Dimaksud dengan Kemampuan Angsuran ?

Kemampuan angsuran adalah gambaran mengenai seberapa besar dana yang bisa digunakan untuk membayar angsuran atau kewajiban pembiayaan dilihat dari penghasilan bulanan.

Semakin besar rasio yang digunakan untuk membayar angsuran, semakin kecil pula sisa dana yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pendidikan, tabungan, dana darurat, dan kebutuhan lainnya.

Bagitupun sebaliknya, semakin kecil rasio angsuran, maka semakin besar sisa dana yang dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, pendidikan, tabungan, dana darurat, dan kebutuhan lainnya.

Salah satu cara sederhana untuk mengetahuinya adalah dengan menghitung rasio cicilan terhadap penghasilan.

Cara Menghitung Rasio Angsuran

Rumus sederhananya adalah Rasio Angsuran = (Total Cicilan per Bulan ÷ Penghasilan Rutin per Bulan) × 100%.

Misalnya penghasilan rutin sebuah keluarga adalah Rp5.000.000 per bulan, sedangkan total angsuran yang harus dibayar sebesar Rp1.000.000 per bulan.

Maka Rp1.000.000 ÷ Rp5.000.000 × 100% = 20%. Itu artinya, 20% dari penghasilan bulanan digunakan untuk membayar angsuran. Masih ada sekitar 80% penghasilan yang dapat digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Berapa Angsuran yang Sebaiknya Dibayar Setiap Bulan?

Sebagai patokan sederhana dalam perencanaan keuangan, total angsuran sebaiknya berada di sekitar maksimal 30% dari penghasilan rutin bulanan.

Misalnya penghasilan rutin sebesar Rp5.000.000 per bulan, maka 30% × Rp5.000.000 = Rp1.500.000 yang artinya, total angsuran sekitar Rp1.500.000 per bulan merupakan batas yang bisa dikeluarkan untuk membayar angsuran.

Perlu diingat bahwa rasio 30% bukan aturan yang otomatis cocok untuk setiap keluarga. Kemampuan membayar angsuran juga dipengaruhi oleh kebutuhan sehari-hari, jumlah anggota keluarga, biaya pendidikan, kewajiban lainnya, serta kestabilan penghasilan.

Jika terdapat penghasilan yang sifatnya tidak tetap, sebaiknya tidak langsung dijadikan dasar utama untuk menentukan kemampuan membayar angsuran.

Semakin ringan rasio angsuran terhadap penghasilan, semakin besar ruang keuangan yang tersedia agar bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

Mengapa Kemampuan Angsuran Perlu Dihitung?

Menghitung kemampuan angsuran dapat membantu anggota membuat keputusan keuangan dengan lebih bijak.

1. Menjaga Keuangan Rumah Tangga

Dengan angsuran yang sesuai kemampuan, anggota masih memiliki keleluasaan keuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2. Menghindari Beban Angsuran Berlebihan

Angsuran yang terlalu besar dapat membuat kondisi keuangan menjadi tidak sehat. Ruang gerak keuangan menjadi lebih sempit sehingga kondisi tersebut mengurangi kemampuan anggota untuk memenuhi kebutuhan lainnya.

3. Menentukan Pembiayaan Secara Realistis

Jumlah pembiayaan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan membayar, bukan hanya berdasarkan jumlah dana yang ingin diperoleh tetapi berdasarkan kemampuan bayar setiap bulan.

4. Tetap Memiliki Ruang untuk Menabung

Keuangan yang sehat bukan hanya tentang mampu membayar angsuran. Sebisa mungkin, tetap sisihkan penghasilan untuk tabungan dan kebutuhan masa depan. Semakin kecil rasio angsuran, maka semakin besar kesempatan anggota untuk menabung.

5. Lebih Siap Menghadapi Kebutuhan Tidak Terduga

Jika tidak melakukan kemampuan membayar angsuran dalam pembiayaan, maka jika seluruh penghasilan habis untuk kebutuhan rutin dan angsuran, anggota akan mengalami kesulitan dalam menyediakan dana ketika muncul kebutuhan yang tidak direncanakan.

Sudah Menghitung Kemampuan Angsuran?

Sebelum mengajukan pembiayaan, pastikan jumlah angsuran sesuai dengan kemampuan keuangan. Jangan hanya mempertimbangkan jumlah dana yang dibutuhkan, tetapi perhatikan juga kemampuan membayar setiap bulannya.

Hitung kemampuan angsuran, rencanakan kebutuhan dengan bijak, dan pilih pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangan.

Jika membutuhkan pembiayaan untuk kebutuhan produktif maupun kebutuhan lainnya, KSPPS NURI JATIM siap membantu memberikan solusi pembiayaan sesuai kebutuhan anggota.

Yuk, rencanakan pembiayaan dengan lebih bijak bersama KSPPS NURI JATIM

Butuh Info Lebih Lengkap?

Jangan Ragu untuk Menghubungi Kami saat Anda Membutuhkan Info tentang Kami

© 2017-2023 KSPPS NURI JATIM.  |  All Rights Reserved.