Di era teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang berkembang pesat, cara berbisnis telah berubah secara drastis. Dulu, promosi mulut ke mulut dan brosur cetak sudah cukup. Tapi kini, tanpa promosi digital, sebuah usaha bisa dikatakan tidak “hidup” di mata pasar. Kehadiran AI semakin mempercepat perubahan ini. Algoritma media sosial dan mesin pencari menggunakan AI untuk menampilkan konten yang relevan ke calon konsumen. Artinya, jika usaha Anda tidak punya jejak digital, maka ia tidak akan muncul di radar siapa pun. Bahkan produk yang bagus bisa kalah dengan produk biasa yang dipasarkan secara pintar lewat AI. Lebih dari itu, kompetitor yang memanfaatkan AI untuk iklan tertarget, chatbot layanan pelanggan, atau konten otomatisasi akan melesat jauh lebih cepat. Sementara usaha yang belum digital, apalagi tidak promosi sama sekali, akan makin sulit bertahan. Promosi digital kini bukan sekadar tambahan, tapi syarat minimum untuk bertahan. Di zaman di mana konsumen mencari semua hal lewat internet, tidak tampil di sana artinya tidak ada. Di zaman serba digital seperti sekarang, hampir semua orang mencari informasi, produk, dan layanan melalui internet. Maka tak heran, promosi digital menjadi salah satu pilar penting dalam kesuksesan sebuah usaha. Sayangnya, masih banyak pelaku usaha yang belum memaksimalkan kekuatan promosi digital. Lantas, apa dampaknya jika usaha berjalan tanpa promosi digital? 1. Jangkauan Pasar Terbatas Usaha tanpa promosi digital hanya dikenal oleh kalangan terbatas — biasanya pelanggan lama atau orang-orang di sekitar lokasi usaha. Ini membuat peluang menjangkau pasar baru menjadi sangat kecil. Sementara kompetitor yang aktif di media sosial, marketplace, atau Google lebih cepat dikenal secara luas. 2. Kalah Bersaing dengan Kompetitor Persaingan usaha tidak hanya soal produk yang bagus, tetapi juga siapa yang lebih mudah ditemukan. Tanpa promosi digital, bisnis akan tertinggal jauh dari kompetitor yang rutin memasarkan produknya secara online. Konsumen cenderung memilih yang lebih mudah diakses dan lebih sering mereka lihat. 3. Brand Tidak Dikenal Promosi digital membantu membangun brand awareness. Usaha tanpa promosi digital cenderung sulit dikenal oleh publik. Bahkan jika produk Anda berkualitas tinggi, orang tidak akan membeli jika mereka tidak tahu keberadaannya. 4. Penjualan Stagnan atau Menurun Tanpa adanya promosi, tidak ada dorongan untuk menjangkau pelanggan baru. Akibatnya, penjualan bisa stagnan, bahkan turun, terutama jika hanya mengandalkan pelanggan lama atau pembelian langsung di lokasi fisik. 5. Biaya Operasional Tidak Efisien Sudah capek-capek produksi, menyewa tempat, menggaji karyawan, tapi hasil penjualan minim karena kurang promosi. Ini bisa menyebabkan pemborosan biaya operasional dan membuat usaha terasa berjalan di tempat. 6. Tidak Terbangun Hubungan dengan Pelanggan Promosi digital bukan sekadar menjual, tapi juga membangun komunikasi dan relasi. Tanpa kehadiran di platform digital, usaha Anda kehilangan kesempatan untuk berinteraksi dengan pelanggan, mendapatkan feedback, atau membangun loyalitas. Kesimpulan Promosi digital bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mutlak bagi pelaku usaha di era modern. Tanpanya, bisnis akan sulit tumbuh, kalah bersaing, dan kehilangan banyak peluang. Maka dari itu, mulailah dari langkah sederhana seperti membuat akun media sosial, membangun katalog online, atau membuat konten promosi secara konsisten. Jika Anda ingin memulai promosi digital tapi belum tahu harus dari mana, jangan ragu untuk minta bantuan — karena masa depan bisnis Anda sangat bergantung padanya. (ADB)
Koperasi Simpan Pinjam DAPM Mandiri Sejahtera Lakukan Studi Banding ke KSPPS Nuri Jawa Timur
Pamekasan – Dalam upaya meningkatkan kualitas kelembagaan dan tata kelola koperasi, Koperasi Simpan Pinjam UPK DAPM Mandiri Sejahtera Lampung melaksanakan kegiatan studi tiru ke Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Nuri Jawa Timur pada Kamis, 19 Juni 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan studi tiru mengenai sistem pengelolaan kelembagaan koperasi yang telah diterapkan oleh KSPPS Nuri Jatim. Diketahui, KSPPS Nuri Jawa Timur merupakan salah satu koperasi syariah yang telah berkembang pesat dan berhasil membangun sistem kelembagaan yang profesional, akuntabel, serta berbasis nilai-nilai syariah yang kuat. Rombongan dari KSP UPK DAPM Mandiri Sejahtera disambut langsung oleh jajaran pengurus dan manajemen KSPPS Nuri Jatim. Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua KSPPS Nuri Jatim yang menjelaskan sejarah, struktur organisasi, sistem manajemen, serta strategi pemberdayaan anggota yang telah diterapkan selama ini. Selama kunjungan, peserta studi tiru juga berkesempatan untuk berdiskusi langsung dengan pengelola KSPPS Nuri Jatim terkait implementasi kebijakan kelembagaan, sistem pengawasan internal, serta inovasi layanan berbasis teknologi yang mendukung pertumbuhan koperasi. Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan cinderamata sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan antar kedua lembaga. “Kami berharap, hasil dari studi banding ini dapat menjadi inspirasi dan referensi yang berharga dalam upaya kami memperkuat sistem kelembagaan di DAPM Mandiri Sejahtera, sehingga ke depan koperasi kami bisa semakin profesional dan bermanfaat luas bagi masyarakat,” ujar Ketua UPK DAPM Mandiri Sejahtera. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menjalin sinergi antar koperasi dan memperkuat jaringan kelembagaan koperasi di Indonesia, khususnya dalam menghadapi tantangan dan peluang di era ekonomi digital dan inklusi keuangan. (ADB)